Oleh: amansamuel | Juli 11, 2007

Kebenaran

Jangan menuntut kebenaran,tetapi melahirkan kebenaran.

By: Aman Samuel LG

Di jaman dahulu sampai sekarang apa yang anda pikirkan tentang kebenaran?.Kebenaran tidak lepas dari kejahatan.Dengan mengetahui kejahatan kita dapat mengetahui kebenaran,dengan mengetahui kebenaran kita dapat mengetahui kejahatan.

Jika manusia sepakat bahwa kejahatan merupakan suatu kebenaran ,apa jadinya jika manusia di benarkan oleh kejahatan.Jika manusia hanya menuntut kebenaran ,tetapi tidak melahirkan kebenaran itu, bagaimana kita dapat menemukan suatu kebenaran itu?

Manusia biasanya hanya menuntut,menagih,tetapi tidak pernah melakukan yang sejalan dengan kebenaran.Jika itu yang terjadi terhadap manusia, pasti manusia juga menuntut kebenaran kepada dirinya sendiri.

Bukankah lebih mulia jika melahirkan kebenaran itu untuk diri kita,bukan malah menuntut kebenaran untuk diri kita?. Jika demikian halnya bukankah manusia yang lain juga melakukan hal yang sama?

Mari kita lihat bangsa kita yang tercinta,setiap orang, setiap kalangan,setiap instansi,selalu menuntut kebenaran, tetapi apa yang terjadi apakah mereka menemukan hasil dari apa yang mereka tuntut? Yaitu suatu kebenaran sejati?

Setiap orang kecil, muda ,tua,kaya, miskin, yang berpendidikan ataupu yang tidak berpendidikan,mulutnya berbusa-busa dan bahkan tidak sedikit yang meninggal hanya dengan menuntut kebenaran.Apakah dengan kejadian itu kebenaran itu ada?Jangan-jangan kebenaran itu tidak ada di Indonesia.

Berarti sia-siakah pengorbanan saudara-saudari kita yang menjadi korban kebenaran itu?. Jika kebenaran itu takkan pernah kunjung sampai sekarang ,berarti apa yang di lakukan oleh oleh saudara kita selama ini merupakan suatu kesia-siaan.

Jika kebenaran itu sudah ada sebagaimana layaknya kebenaran,berarti apa yang dilakukan oleh saudara kita selama ini merupakan suatu kemuliaan.

Mari kita lihat sendiri apakah kebenaran itu sudah kita temukan sebagaimana layaknya kebenaran.

Hanya satu yang dapat saya katakan yaitu ” JANGAN PERNAH MENUNTUT KEBENARAN,TETAPI MELAHIRKAN SUATU KEBENARAN”

Jika kita ingin menemukan suatu kebenaran sejati,maka lahirkanlah kebenaran itu.

Jangan pernah berharap menemukan kebenaran di Indonesia jika bukan kita sendiri yang melahirkanya.


Oleh: amansamuel | Juni 20, 2007

Untukmu cinta

Untuknya

Jika ragaku berbicara…

Tak ada yang mau mendengar…

Jika jiwaku yang mendengar…..

Tak ada yang mau berbicara….

Jika rohku yang berbicara dan mendengar….

Siapakah yang mendengar dan berbicara….

Apakah aku hidup….

Hanya untuk aku?,dan….

Mati…hanya untuk neraka…..

Apakah…kasih yang ada padaku..

Tidak boleh kutanamkan?

Jika tidak..

Mengapa benih itu ada padaku?

Jika ya…

Mengapa dunia menyembunyikannya

Dari hadapanku?

Hai…dunia tunjukanlah kekuatanmu

Maka aku akan tunjukkan kasihku…..

Karya:Aman for love

Oleh: amansamuel | Juni 20, 2007

Terang Abadi

Terang Abadi

Air mata mengalir

Membasahi pedihku

Hasrat menggunung

Langkahku tertambat

Jiwaku terombang ambing

Dalam arus yang geram

Kucoba tuk bangkit

Tapi aku tenggelam

Ragaku tiada daya

Mencoba tuk bangkit

Berlari menuju terang

Berlari menuju keabadian

Wahai ..ragaku..

Dosa itukah yang kau erami?

Wahai..Jiwaku..

Liang kuburkah yang kau nanti?

Wahai..rohku…

Penciptamukah yang kau nanti?

Wahaii…Terang Abadi…

Dimanakah Engkau

Akankah singa-singa

Akan meremukkan tulang-tulangku

Dan serigala

Mencabik-cabik tubuhku

Oh..Terang Abadi..

Pancarkanlah cahayaMu

Sinarilah hidupku.

Karya: Aman Samuel LG

Oleh: amansamuel | Juni 20, 2007

Kasih

Kasihmu dimana?

Wahai….panah lepaskan busurmu

Wahai….tombak tancapkan ketajamanmu

Wahai….ular semburkan bisamu

Wahai….singa dimana taringmu?

Wahai….manusia…

Tunjukkan……

Pancarkanlah….

Kasihmu.

Karya: A-man for peace

Oleh: amansamuel | Juni 20, 2007

Cinta stadium 4

Cinta Stadium 4

Hari mengejar hari

Bulan mengejar bulan

Tahun mengejar tahun

Mengapa aku selalu menunggumu?

Mengapa aku slalu mencintai cinta yang tidak mengenal aku?

Dikau tidak mengenalku

Akupun tidak mengenalmu

Aku sesungguhnya membencimu

Tetapi mengapa dimimpiku…

Aku mencintaimu?

Cinta yang kudapat dari mimpi

Mimpi yang menunjukkan aku cinta

Membawaku hanyut didalamnya

Yang tak ingin keluar dari dasarnya

Apakah aku berharap kepada mimpi,atau,

Berharap kepada cinta?

Jangan salahkan aku yang mencintaimu

Tapi salahkanlah mimpi

Yang menunjukkan cinta padaku

Karya:Aman Samuel.

Special for:AP

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori